Haji furoda adalah layanan beribah haji secara khusus, ini penjelasan lengkapnya!

Haji Furoda adalah istilah yang banyak diperbincangkan saat ini. Hal ini terkait dengan beberapa jemaah haji yang ditahan di bandara Jeddah dan akhirnya dipulangkan. Ini adalah sesuatu yang benar-benar perlu diperhatikan oleh para peziarah.

Haji furoda adalah jenis ibadah haji khusus yang pasti berbeda dengan jenis ibadah haji lainnya. Tentu saja perbedaan yang paling mencolok adalah biaya layanan haji ini dengan biaya haji reguler yang dikenakan sesuai kuota negara.

Selain itu, perbedaan penting lainnya antara Haji Furoda dan haji biasa adalah antrian panjang jemaah haji untuk melakukan haji. Tentu saja, Anda perlu mengenali perbedaan-perbedaan ini agar Anda tidak salah paham. Juga, Anda perlu mengidentifikasi penyelenggara yang dapat dipercaya, karena layanan ziarah ini bukan bagian dari Kementerian Agama.

Haji Furoda adalah program atau layanan haji khusus yang memfasilitasi jemaah haji untuk menunaikan ibadah haji di tahun mendatang. Singkatnya, Haji Furoda adalah ziarah tanpa garis. Oleh karena itu, jemaah haji Futian adalah mereka yang berangkat langsung pada tahun terdaftarnya. Hal ini tentu berbeda dengan haji biasa, karena memiliki jumlah tempat tertentu dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berangkat.

Haji Furoda adalah layanan haji menggunakan visa Haji Mujamalah atau visa Haji Furoda dari pemerintah Arab Saudi. Jenis visa yang digunakan adalah visa resmi, terdaftar sebagai peziarah dalam sistem e-Hajj pemerintah Arab Saudi.

Haji Furoda adalah layanan haji yang memungkinkan jemaah haji untuk menunaikan ibadah haji tanpa harus mengantri. Oleh karena itu, haji Furoda biasanya lebih mahal daripada layanan haji biasa.

Haji Furoda adalah layanan ziarah yang juga dikenal sebagai Haji Mujamalah, yaitu ziarah non-kuota dengan visa yang datang langsung dari pemerintah Arab Saudi. Dari segi legalitas, Haji Furoda adalah layanan haji yang legal, jadi Anda tidak perlu khawatir berurusan dengan otoritas hukum terkait perijinan dan undang-undang. Namun tentunya Anda harus mencari provider yang benar-benar terpercaya agar tidak mengalami masalah nantinya.
Perbedaan Haji Furoda dan Haji Biasa
Ilustrasi Melakukan Haji/Pixabay

antre

Perbedaan pertama antara haji Tomita dan haji reguler adalah antriannya. Seperti disebutkan sebelumnya, Haji Furoda adalah haji tanpa kepala sari. Pasalnya, Haji Furoda merupakan layanan haji yang mendapatkan visa langsung dari pemerintah Arab Saudi. Oleh karena itu, Haji Furoda merupakan layanan haji non kuota yang memungkinkan jemaah haji untuk menunaikan ibadah haji langsung di tahun yang sama.

Hal ini tentu sangat berbeda dengan pelayanan haji reguler Kementerian Agama yang membuat Anda harus menunggu bertahun-tahun untuk menunaikan ibadah haji. Hal ini tidak terlepas dari penerapan sistem kuota. Oleh karena itu, dengan banyaknya jemaah yang ingin menunaikan ibadah haji, kuota pasti akan terpenuhi. Bahkan, jemaah haji yang baru terdaftar mungkin harus menunggu puluhan tahun sebelum menunaikan ibadah haji ke Mekah.

biaya

Perbedaan antara dua haji reguler dan haji Tomita adalah biaya. Biaya haji reguler biasanya berkisar antara Rp 35 juta hingga Rp 42 juta, tergantung kapan jemaah berangkat. Besaran iuran ini sangat berbeda dengan iuran Haji Furoda. Haji Furoda dapat menghabiskan biaya hampir 10 kali lipat dari haji normal. Biaya haji Furoda berkisar antara Rp 270 juta hingga Rp 290 juta.

Mahalnya biaya haji Furoda tentunya tidak terlepas dari pelayanan khusus yang tidak memerlukan antrian terlebih dahulu. Hal ini tentunya bisa menjadi alternatif jika seorang muslim memiliki rezeki yang lebih banyak dari pada antrean yang harus dilalui jamaah haji pada umumnya.